Aktivis Serang Selatan Kecam Dugaan Tebang Pilih Kompensasi Pembangunan Tower di Petir - konsumenpelakuusaha

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Saturday, 28 February 2026

Aktivis Serang Selatan Kecam Dugaan Tebang Pilih Kompensasi Pembangunan Tower di Petir




Serang – Aktivis Serang Selatan, Deden Wahudi, mengecam keras dugaan praktik tebang pilih dalam pemberian kompensasi pembangunan tower seluler di Kampung Katapura RT 005 RW 003, Desa Tambiluk, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten.

Pernyataan tersebut disampaikan Deden kepada awak media, Sabtu (28/02/2026). 


Ia menyebut, berdasarkan informasi dari warga, terdapat perbedaan nilai kompensasi yang diterima masyarakat meski berada dalam radius yang sama dari lokasi tower.


“Warga menerima kompensasi yang tidak sama. Ada yang mendapat Rp300 ribu, ada yang Rp500 ribu, bahkan ada yang tidak menerima sama sekali, padahal masih dalam radius terdampak radiasi tower,” ujar Deden.


Menurutnya, nilai kompensasi tersebut juga dinilai jauh dari kelaziman. Ia menyebut, umumnya kompensasi pembangunan tower seluler berkisar antara Rp750 ribu hingga Rp1 juta per warga terdampak.


Deden menilai, praktik tersebut menimbulkan ketidakadilan dan keresahan di tengah masyarakat. Ia pun meminta perusahaan atau kontraktor pelaksana pembangunan tower untuk transparan dan adil dalam memberikan kompensasi kepada warga.


Selain persoalan kompensasi, Deden juga menyoroti dugaan belum dikantonginya izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dari Pemerintah Kabupaten Serang terkait proyek tersebut.


“Kami meminta Pemkab Serang untuk menghentikan sementara pembangunan tower seluler itu sampai seluruh persoalan di lapangan, termasuk perizinan, diselesaikan oleh pihak perusahaan,” tegasnya.


Deden turut mengkritik sikap Camat Petir yang dinilai terlalu cepat mendukung pembangunan tanpa mempertimbangkan aspirasi warga yang merasa dirugikan.


“Pada prinsipnya masyarakat mendukung pembangunan. Namun jika ada warga yang diabaikan atau dirugikan, seharusnya camat berdiri paling depan membela dan mengakomodir kepentingan warganya,” katanya.


Diketahui, pembangunan tower seluler tersebut mendapat penolakan dari sebagian masyarakat. Bahkan, beredar informasi bahwa Kepala Desa Tambiluk diduga merasa terintimidasi saat diminta menandatangani dokumen, karena pihak broker perusahaan tower datang bersama oknum yang diduga wartawan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun pemerintah setempat terkait tudingan tersebut.

( Red- Rls )

No comments:

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages